Published On: Tue, Sep 13th, 2016

Tinggal Yusril, PDIP Mau Kemana ?

Otentiknews.com, Jakarta – Mendekati batas waktu pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta, sejumlah partai politik yang memiliki kursi di parlemen lokal, belum juga memutus siapa yang akan diusung. Kecuali Nasdem, Hanura dan Golkar yang telah mantap menggandeng Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, partai-partai lain masih menimbang segala peluang dan kemungkinan lainnya.

Sementara partai Gerindra yang telah mengusung Sandi Uno, belum berani vulgar karena Sandi masih berpotensi melorot ke posisi kedua, sekalipun PKS telah mematenkannya bersama Mardani. Belum stabilnya elektabilitas Sandi, dan peluang melejitnya ke urutan teratas yang tanda tanya memungkinkan partai Gerindra mengenyampingkan pasangan tersebut. Apalagi Prabowo tidak kunjung tampil mengumumkan Sandi sebagai calon gubernur dari partai Gerindra.

Utak atik posisi dan komposisi pasangan calon, masih berpeluang terjadi, setidaknya hingga detik-detik pendaftaran dilakukan. Angka-angka survei masih menjadi magnet dalam mengkalkulasi tiap peluang calon, namun hadirnya nama baru di luar dari nama-nama yang telah disebut selama ini, semakin mustahil.

Diluar nama Ahok, Sandi, Yusril dan Risma belum ada nama baru yang mencuat. Kalaupun ada berat untuk didaulat, Rizal Ramli misalnya. Apalagi yang menggadang-gadang mantan Menko Maritim itu, sejauh ini baru PAN yang memiliki 2 kursi di DPRD. Jumlah yang tergolong kecil jika melihat waktu yang tersedia, dari angka 22 yang harus dipenuhinya.

Di luar Ahok dan (katakanlah) Sandi yang telah mendapat dukungan partai, ada Yusril dan Risma. Yusril sejauh ini belum mendapat dukungan pasti, meskipun akar rumput partai Demokrat telah mendapat fatwa untuk mensosialisasikan namanya sebagai calon gubernur yang akan diusung. Namun Syarief Hasan salah seorang petinggi partai berlambang mercy tersebut masih menimbang nama lainnya. Namun berkaca pada elektabilitas, hanya Yusril calon gubernur yang paling konsisten dalam memperolehan dukungan. Tiap survei yang diumumkan, nama Yusril selalu disebut mendekati elektabilitas Ahok, yang (konon) sangat sulit dikalahkan. Sementara Risma, yang disebut-sebut akan ke Jakarta, telah meminta untuk tetap berada di Surabaya.

Jika merujuk pada hasil survei, pilihannya tinggal Yusril. Karena tingkat keterpilihannya semakin menjanjikan, dibanding dua calon lainnya yang telah mendapat dukungan partai politik. Ahok contohnya, sekalipun masih memimpin pada posisi teratas, namun angkanya stagnan, bahkan cenderung menurun. Sementara Sandi rating-nya tidak bergerak maju, jikapun ada tambahan, jumlahnya tidak sebanding dengan branding yang dimunculkan. Dengan demikian, tinggal Yusril yang realistis dan berpeluang mengalahkan calon petahana. Bagaimana PDIP ? (HAL)

sumber foto: istimewa

 

About the Author

-

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>