Published On: Fri, Jan 24th, 2014

Simon Santoso Mengundurkan Diri dari Pelatnas

1122155simon-1401780x390[1]JAKARTA, KOMPAS.com — Pebulu tangkis tunggal putra, Simon Santoso, memutuskan untuk mundur dari pelatnas, terhitung sejak 17 Januari 2014. Setelah satu dekade lebih menjadi bagian tim nasional, Simon mengajukan surat pengunduran diri kepada PBSI setelah menyelesaikan tugas di Korea Open Superseries dan Malaysia Open Superseries Premier 2014.

Prestasi Simon sempat menurun setelah divonis menderita penyakit gondongan pada akhir 2012. Ia pun harus absen di sejumlah turnamen. Akibatnya, peringkatnya menurun drastis dan terlempar dari jajaran 100 besar dunia.

Simon mencoba bangkit dan kembali mengayunkan raket. Sayang, cedera pinggang datang menghantui dan membuatnya batal berlaga sekaligus mempertahankan gelar di ajang Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2013.

Pada awal 2014, Kabid Binpres Rexy Mainaky mengatakan bahwa performa Simon akan dipantau di dua turnamen, yaitu Korea Open dan Malaysia Open. Simon diberi target untuk mencapai babak semifinal.

Namun, Simon belum berhasil memenuhi misi tersebut. Ia pun memutuskan untuk mundur dan berlatih di luar pelatnas.

“Walaupun sudah tidak bergabung dengan pelatnas, Simon masih akan melanjutkan kariernya di dunia bulu tangkis. Untuk itu, PBSI membuka pintu selebar-lebarnya jika Simon ingin berlatih bersama dan membutuhkan sparring di Cipayung,” kata Achmad Budiharto, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI.

“Karena pelatnas adalah salah satu bagian dari PBSI, demikian juga dengan semua klub-klub yang berada di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, ketika seorang pemain sudah tidak berada di pelatnas lagi, bukan berarti pemain tersebut tidak bisa memberikan kontribusi untuk PBSI karena pelatnas dan seluruh klub di seluruh Indonesia yang merupakan keluarga besar PP PBSI yang saling bekerja sama untuk memajukan perbulutangkisan di Indonesia,” imbuhnya.


Pernah “ranking” tiga dunia

Bergabung dengan pelatnas pada 2002, Simon sempat menjadi salah satu pemain tunggal putra terbaik negeri ini. Simon pernah menduduki peringkat tiga dunia, terbaik dalam kariernya.

Pemain kelahiran Tegal, 29 Juli 1985, ini menyumbangkan medali emas cabang olahraga bulu tangkis tunggal putra bagi kontingen Merah Putih di ajang SEA Games 2011 di Indonesia serta SEA Games 2009 di Laos.

Simon juga naik podium juara di ajang Denmark Open Superseries 2009, Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012, Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013, serta Prim-A Kejurnas PBSI 2013.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Simon yang selama ini telah berjasa mengharumkan nama Indonesia di panggung bulu tangkis dunia. Semoga prestasi Simon dapat menjadi teladan bagi pemain lainnya. Kami berharap Simon terus berprestasi dan memberikan bimbingan bagi para yunior-yuniornya,” tutur Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI.

Share This
Tags

About the Author

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>