Published On: Fri, Jan 6th, 2017

Perubahan Itu Pasti

Ini tulisan lama, tapi masih bisa dijadikan rujukan. Rhenald Kasali menulis di harian KOMPAS (6/6/08) tentang Bahasa Perubahan beberapa tahun lalu. Kasali memulai dengan kalimat bahwa ”Perubahan belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tetapi tanpa perubahan tak ada kemajuan, tak ada pembaruan”.

Ya perubahan memang demikian, boleh jadi apa yang menjadi keinginan untuk berubah terkendala dengan berbagai faktor; dana, dukungan politik, intervensi atau apa saja yang dapat menyandungnya.

Tapi toh perubahan selalu berasosiasi positif, dari buruk menjadi baik, baik menjadi lebih baik dan seterusnya. Sejauh ini belum ada perubahan yang berkonotasi negatif, karena itu perubahan kerap kali menjadi kata kunci yang sanggup menggugah dan mempengaruhi orang lain. Ingat, tidak seorangpun yang “menetap” pada kondisinya saat ini secara permanen, sebab perubahan adalah pasti.

Sebagian dari kita akan menyetujui pendapat Kasali bahwa Konflik dan kontradiksi adalah bahasa penting dalam sejarah perubahan. Akan tetapi, terlibat dalam konflik atau menciptakan konflik bukanlah tujuan dari setiap perubahan yang menghendaki kemajuan. Prinsipnya ada pada individu, khususnya pemimpin. Tanpa kemampuan mengorganisir yang baik, pasti konflik dan kontradiksi akan terjadi terus menerus dan bisa saja berujung pada petaka yang tak terkirakan.

Kepemimpinan yang baik tidak identik dengan tampilan fisik, meskipun sosok kharismatik sering kali diidentifisir dengan tinggi, gagah, rupawan (serba sempurna) dan sebagainya. Namun sosok problem solver sangat dibutuhkan saat ini. Sayangnya kita belum memilikinya !.

Untuk kondisi hari ini, Kasali membagi mereka yang ingin berubah dalam dua kategori; Yang pertama terperangkap dengan ”adu jago” (dialektika) yang membuat perubahan problematik, sedangkan yang kedua mengajak keluar dengan bahasa harapan. Tengoklah televisi, bacalah media cetak, kategorisasi Kasali nampak jelas dan nyata.

Dimasa mendatang rakyat harus mawas diri, jangan terjebak pada slogan, jangan tergoda pada tampilan. Lihatlah program, perhatikan track record-nya, jika terbukti pernah menyengsarakan rakyat melalui kebijakannya (dengan alasan dan dalih apapun), campakkan, kampanyekan bahwa mereka pembual, tidak layak dipilih kembali. Namun sebaliknya, jika latar belakangnya pro rakyat, dekat dengan masyarakat bawah (wong cilik), jangan ragu, pilih. Pasti perubahan terwujud. (AW)

sumber foto: istimewa

 

About the Author

-

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>