Published On: Wed, Jun 8th, 2016

Legenda Robusta

Oleh: Susetyo Jauhar Arifin*

Sejak kecil kita hanya punya satu pilihan kopi, robusta. Rasanya sepahit nasib inlander. Tak kurang akal, orang kita membuat racikan campuran dengan jagung, jahe, segala macam rempah dan tentu saja banyak gula. Oplosan yang merupakan keahlian budaya kita. Maka pahitnya robusta pun tenggelam dalam aneka rasa pribumi.

Lalu muncullah legenda-legenda kopi lokal. Hampir setiap kecamatan di pulau Jawa punya legendanya sendiri. Yakni para empu yang bisa menaklukkan pahitnya robusta, bahkan  mampu menyajikan sepenggal dongeng; inilah kopi paling enak se dunia.

Dengan dongeng tersebut kita menantang selera dunia. Oplosan robusta.

Konon, ketika Belanda mendatangkan biji hitam ini ke nusantara dalam judul ngeri-ngeri sedap tanam paksa, Belanda dengan cerdik mengasingkan inlander penanam kopi dari tanamannya sendiri. Nenek moyang kita hanya diwajibkan menanam dan menyetor panen terbaiknya kepada tuan meneer. Dan Itu adalah Arabica, kopi kualitas terbaik dan termahal.

Inlander dilarang menikmati produk terbaiknya sendiri. Walhasil sebagian inlander di Sumatera mengais tai luwak yang bercampur kopi. Terciptalah kopi luwak. Kreativitas ini sepenuhnya bersumber dari restriksi a.k.a keterpaksaan. Karena mereka tak boleh dan tak dididik menikmati kopi terbaik yang empunya tuan meneer.

Tak ada yang berubah setelah tuan meneer hengkang ke benuanya yang dingin.  Para penguasa kulit cokelat tak melakukan reedukasi tentang kopi yang bermutu.

Hingga saat ini robusta adalah satu-satunya pilihan. Bahkan bagi sebagian besar pribumi penanam Arabica yg menganggap tanamannya hanya untuk orang kaya di luar sana. Ia sendiri meminum robusta, yang masih sepahit nasibnya.

Sedemikian kentalnya darah robusta mengalir, hingga lidahnya perlu berlatih lagi untuk mencecap nikmatnya kopi tuan meneer.

*Penggemar Kopi

 

Share This
Tags

About the Author

-

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>