Published On: Thu, Jan 26th, 2017

CEKAKPALA Sesalkan Timbulnya Korban di Mapala UII

Otentiknews.comJakarta – Syaits Asyam, mahasiswa Teknik Industri Angkatan 2015 Universitas Islam Indonesia (UII),  dan Lilik Margono dan Seno Aji meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta usai mengikuti pelatihan dasar The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi UII pada 21 Januari 2017.

Atas kejadian tersebut, melalui siaran persnya, CEKAKPALA menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan. Menurut Oki Achmadiansyah salah seorang pengurus teras CEKAKPALA, sangat disayangkan, metode yang digunakan lebih pada negatif dengan pola full militer dan arogansi senioritas. Pola ilmu pendidikan begitu akan membudaya serta mendarah daging dari satu angkatan ke angkatan lain.

“Jika sesama keluarga di mapala sudah timbul gaya “gangster” dapat membuat eksitensi teman-teman mapala makin kecil di unit kegiatan mahasiswa, menurut ketua umum cekakpala “tidak mudah membentuk serta membangun mapala hingga menjadi ukm yg digandrungi mahasiswa.” kata Oki Achmadiansyah

Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa minat, passion dan bakat generasi penerus bakal juga tergerus dan justifikasi orang tua juga makin menjurus kearah yang sama sekali kita tidak harapkan. Pecinta alam dikenal sebagai sosok santun, berani, dan taat prosedur. Untuk itu dari segelintir oknum yang tidak mengindahkan Kode Etik telah mencoreng image positif yang telah lama dibangun oleh tokoh mapala di Indonesia.

Sebagai KPA, tegas Oki, CEKAKPALA sama sekali tidak membenarkan metode pelantikan seperti yang dilaksanakan mapala Unisi. Solusi dari case tersebut menurut Oki, bagi OPA, KPA, dan MAPALA secara paralel membuat pernyataan dan opini melalui medsos bahwasanya metode pelantikan yang digunakan sama sekali tidak ada dalam praktek pelantikan yg telah lama diterapkan selama beberapa generasi atau angkatan Kepengurusan Organisasi.

Sementara itu, divisi Pengetahuan dan Infokom CEKAKPALA turut menyesalkan pembubaran Mapala Unisi tersebut. Menurut Abdul Latief, sistemnya yang dibenahi, bukan mapala nya yang dibubarkan, “Mapala masih menjadi garda depan saat terjadinya bencana.” (FIAH)

sumber foto: istimewa

About the Author

-

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>