Published On: Tue, Apr 12th, 2016

Adik Gubernur DKI Tersandung Panama Papers

Otentiknews.com, Jakarta – Laporan dokumen Panama Papers dari International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) menjadi momok bagi pejabat publik dunia, politisi, kaum superkaya, dan pesohor yang namanya disebut dalam dokumen tersebut. Pasalnya, dokumen tersebut mengungkap rahasia keuangan yang mengindikasikan perilaku tidak terbuka, tidak etis, atau tidak patut dari para pejabat publik dunia, politisi, dan kalangan superkaya. Demikian diungkap I Wayan Sudiarta, seorang kolomnis melalui portal ccnindonesia ( Selasa, 12/4/2016).

Dikatakan Sudarta, bahwa informasi yang selama ini sangat rahasia, tiba-tiba bocor dan menjadi konsumsi publik. Lebih dari 214.000 informasi perusahaan cangkang (shell company) yang terdaftar di 21 negara suaka atau surga pajak (tax havens countries) diungkap dalam bocoran dokumen terbesar sepanjang sejarah tersebut.  Laporan ICIJ menjelaskan bagaimana para pejabat, politisi, dan kaum superkaya melindungi (menyembunyikan) kekayaannya melalui pendirian perusahaan cangkang di negara-negara surga pajak.

Sudarta mencontohkan dengan reaksi atas Panama Papers yang mulai menuai kecaman. Seperti Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson yang mengundurkan diri, setelah dikaitkan dengan kepemilikan salah satu perusahaan cangkang. Begitu pula di Australia, yang mulai melakukan investigasi atas 800 perusahaan dan perorangan yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut. Di Indonesia, Menteri Keuangan telah meminta Direktorat Jenderal Pajak untuk mempelajari dokumen tersebut. Data Panama Papers menjadi informasi tambahan dalam pengujian kepatuhan pembayaran pajak, melengkapi data yang sudah dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Yang menarik, diantara sejumlah nama yang muncul, terdapat nama adik Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Nama Fifi Lety Indra and Partners, dikaitkan dengan adik perempuan satu-satunya Gubernur BTP. Selain dalam dokumen Panama Papers, nama Fifi Lety Indra juga sempat dihubungkan dengan kasus Sumber Waras yang oleh audit BPK, disebut ada kerugian negara.

Melalui blog pribadinya, Fifi Lety Tjahaja Purnama menjelaskan identitasnya, selain pernah memangku jabatan di pemerintahan, Fifi juga terlibat dalam organisasi bernama Center for Democracy and Transparency 31 (CDT 31) yang bertujuan untuk dapat bersama-sama dengan masyarakat luas melakukan sesuatu agar kedepan bangsa Indonesia dipenuhi oleh anak bangsa yang Bersih, Transparan dan Profesional (BTP).

Mengenai keberadaan adik Gubernur BTP dalam Panama Papers, Yusril prihatin dengan kondisi sang Gubernur. Dikemukakannya, bahwa hal itu membuat BTP tidak fokus dalam tugasnya sebagai Gubernur DKI.

“Persoalan reklamasi, adik beliau (BTP) namanya (ada) di Panama Papers. Sehingga jawaban pun sudah ke sana kemarin. Soal Sunny. Dia bilang staf khusus, terus orang lagi magang, apa lagi, dia lagi ngambil doktor segala macam,” kata Yusril.  Seperti dikutip dari kompas.com, Sabtu (9/4/2016).

Menanggapi nama adiknya yang tertera dalam dokumen Panama Papaers, BTP menegaskan bahwa adiknya bukan pemilik perusahaan yang tertera di dokumen Panama Papers. Fifi Lety Indra dimasukkan ke dalam struktur perusahaan yang bergerak di bidang penjaminan di kawasan Sudirman karena sebag‎ai pengacara atau lawyer perusahaan. BTP menilai bahwa tidak ada masalah nama adiknya masuk dalam dokumen Panama Papers. Justru perusahaan tempat Fifi bekerja mendatangkan banyak investor ke ‎Indonesia.

“Sejak tahun 2006 sudah enggak lagi bekerja. ‎Dia justru mendatangkan investor (ke Indonesia), enggak masalah itu,” ungkap BTP, seperti dikutip dari gatra.com, Jumat (8/4/2016). (fia)

Sumber foto: fifilety.wordpress.com

 

About the Author

-

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>