Published On: Mon, Sep 26th, 2016

8 Hal Yang Harus Diketahui Tentang Bobot Tubuh

Otentiknews.com, Jakarta – Sejumlah ahli mengemukakan beberapa hal yang harus diketahui tentang bobot tubuh manusia. Situs health.com, seperti dilansir dw (26/9/2016), mengungkapkan 8 hal tentang bobot tubuh manusia, diantaranya:

1. Ada Yang Punya Banyak Sel Lemak

Jumlahnya beragam. Ada yang punya dua kali lipat daripada yang lain. Demikian Kirsty Spalding, PhD, dari Karolinska Institute, Stockholm. Berat tubuh Anda bisa bertambah atau berkurang, tapi jumlah sel lemak tetap sama. Sel lemak mengikat lemak yang sudah ada di tubuh dan ibaratnya “haus” akan tambahan lemak. Sel lemak muncul saat anak-anak dan berhenti di masa remaja.

2. Metabolisme Bisa Berubah

Riset pasangan anak kembar oleh Kirsi Pietiläinen, PhD, dari University Central Hospital, Helsinki tunjukkan, sel lemak anak yang gemuk melewati perubahan metabolisme yang membuatnya sulit membakar lemak. Tambahan 5 kg lemak sudah bisa memperlambat metabolisme. Sehingga semakin banyak makan lemak, semakin sulit dihilangkan. Apa yang bisa menolong? Jawabannya: aktivitas fisik.

3. Stres Picu Tambahan Bobot

Stres cepat memicu kegemukan. Karena stres orang mencari cemilan yang kaya karbohidrat. Ini memang menurunkan hormon stres. Tapi hormon stres juga menambah penumpukan lemak. Para pakar menyarankan, untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya berolahraga rutin, dan melatih penanggulangan stres seperti lewat yoga atau melewatkan banyak waktu dengan keluarga.

4. Pembawaan Sejak dari Kandungan

Sebuah studi dari universitas Pennington menunjukkan, pada ibu yang gemuk, kadar glukosa dalam kandungannya lebih tinggi daripada ibu yang lebih kurus. Demikian halnya dengan kadar asam lemak bebas. Molekul-molekul ini memicu pelepasan protein yang mengganggu kontrol nafsu makan dan sistem metabolisme pada otak janin yang masih berkembang.

5. Lebih Lama Tidur, Banyak Lemak Hilang

Bagi Louis Aronne, MD, mantan Ketua Ikatan Obesitas, kebiasaan tidur sama pentingnya dengan kebiasaan makan. Kalau tidur lebih banyak, orang merasa lebih kenyang, jadi akhirnya bobot berkurang. Menurut ilmuwan University of Chicago, kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon. Hormon Leptin yang bantu perasaan kenyang berkurang, dan Ghrelin yang meningkatkan rasa lapar bertambah.

6. Bobot Tubuh Pasangan Juga Berperan

Menurut penelitian, mengurangi atau menambah bobot tubuh bisa “menular” ke suami atau istri. Penelitian yang diterbitkan di majalah New England Journal of Medicine menunjukkan, jika pasangan menderita obesitas, Anda bisa terseret juga. Peneliti menyimpulkan, obesitas bisa menyebar lewat jaringan sosial.

7. Infeksi Telinga Ganggu Sensor Perasa

Tim Linda Bartoshuk dari University of Florida meneliti, mengapa orang yang kurang bisa mengecap rasa makanan cenderung lebih gemuk. Ilmuwan Derek Snyder punya teori, infeksi di telinga bisa bisa merusak syaraf pengecap rasa. Dan terbukti, orang berusia di atas 35 yang mengalami infeksi telinga berkali-kali, kemungkinan besar akan jadi gemuk.

8. Orang Bisa Gemuk Tapi Sehat

Studi yang dipublikasikan di Archives of Internal Medicine meneliti 5.440 orang dewasa di AS. Mereka menemukan, 51% orang dewasa AS yang kegemukan, dan 32% yang menderita obesitas punya kadar kolesterol yang normal, juga gula darah, tekanan darah dan indikasi kesehatan lain juga normal. Sedangkan 23,5% yang langsing, metabolismenya tidak normal, sehingga rentan terhadap penyakit jantung.

sumber foto: dw.com

 

Share This
Tags

About the Author

-

Komentar di bawah

XHTML: Anda dapat menggunakan tag html: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>